Rahasia si Untung
Oleh : Izul
Kita semua pasti kenal tokoh si Untung di komik Donal Bebek. Berlawanan dengan Donal yang selalu sial. Si Untung ini dikisahkan untung terus. Ada saja keberuntungan yang selalu menghampiri tokoh bebek yang di Amerika bernama asli Gladstone ini. Betapa enaknya hidup si Untung. Pemalas, tidak pernah bekerja, tapi selalu lebih untung dari Donal. Jika Untung dan Donal berjalan bersama, yang tiba-tiba menemukan sekeping uang dijalan, pastilah itu si Untung. Jika Anda juga ingin selalu beruntung seperti si Untung, dont worry, ternyata beruntung itu ada ilmunya.
Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang2 beruntung dengan yang sial. Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial. Memang kesan nya seperti main-main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa diteliti. Namun ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.
Misalnya, dalam salah satu penelitian the Luck Project ini, Wiseman memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang dibagikan kepada dua kelompok tadi. Orang2 dari kelompok sial memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini. Sementara mereka dari kelompok si Untung hanya perlu beberapa detik saja! Lho kok bisa?
Ya, karena sebelumnya pada halaman ke dua Wiseman telah meletakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi “berhenti menghitung sekarang! ada 43 gambar di koran ini”. Kelompol sial melewatkan tulisan ini ketika asyik menghitung gambar. Bahkan, lebih iseng lagi, di tengah2 koran, Wiseman menaruh pesan lain yang bunyinya: “berhenti menghitung sekarang dan bilang ke peneliti Anda menemukan ini, dan menangkan $250!” Lagi-lagi kelompok sial melewatkan pesan tadi! Memang benar2 sial.
Singkatnya, dari penelitian yang diklaimnya “scientific” ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial:
1. Sikap terhadap peluang.
Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak ketika peluang datang. Bagaimana hal ini dimungkinkan?
Ternyata orang-orang yg beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalam an baru. Mereka lebih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru. Orang yang sial lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan- kemungkinan baru.
Sebagai contoh, ketika Barnett Helzberg seorang pemilik toko permata di New York hendak menjual toko permata nya, tanpa disengaja sewaktu berjalan di depan Plaza Hotel, dia mendengar seorang wanita memanggil pria di sebelahnya: “Mr. Buffet!” Hanya kejadian sekilas yang mungkin akan dilewatkan kebanyakan orang yang kurang beruntung. Tapi Helzber berpikir lain. Ia berpikir jika pria di sebelahnya ternyata adalah Warren Buffet, salah seorang investor terbesar di Amerika, maka dia berpeluang menawarkan jaringan toko permata nya. Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya, dan betul ternyata dia adalah Warren Buffet. Perkenalan pun terjadi dan Helzberg yang sebelumnya sama sekali tidak mengenal Warren Buffet, berhasil menawarkan bisnisnya secara langsung kepada Buffet, face to face. Setahun kemudian Buffet setuju membeli jaringan toko permata milik Helzberg. Betul-betul beruntung.
2. Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan.
Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika. Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan “hati nurani” (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang canggih. Angka-angka akan sangat membantu, tapi final decision umumnya dari “gut feeling”. Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan. Makanya orang beruntung umumnya memiliki metoda untuk mempertajam intuisi mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan makin sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin tajam.
Banyak teman saya yang bertanya, “mendengarkan intuisi” itu bagaimana? Apakah tiba2 ada suara yang terdengar menyuruh kita melakukan sesuatu? Wah, kalau pengalaman saya tidak seperti itu. Malah kalau tiba2 mendengar suara yg tidak ketahuan sumbernya, bisa2 saya jatuh pingsan.
Karena ini subyektif, mungkin saja ada orang yang beneran denger suara.
Tapi kalau pengalaman saya, sesungguhnya intuisi itu sering muncul dalam berbagai bentuk, misalnya:
- Isyarat dari badan. Anda pasti sering mengalami. “Gue kok tiba2 deg-deg an ya, mau dapet rejeki kali”, semacam itu. Badan kita sesungguhnya sering memberi isyarat2 tertentu yang harus Anda maknakan. Misalnya Anda kok tiba2 meriang kalau mau dapet deal gede, ya diwaspadai saja kalau tiba2 meriang lagi.
- Isyarat dari perasaan. Tiba-tiba saja Anda merasakan sesuatu yang lain ketika sedang melihat atau melakukan sesuatu. Ini yang pernah saya alami. Contohnya, waktu saya masih kuliah, saya suka merasa tiba-tiba excited setiap kali melintasi kantor perusahaan tertentu. Beberapa tahun kemudian saya ternyata bekerja di kantor tersebut. Ini masih terjadi untuk beberapa hal lain.
3. Selalu berharap kebaikan akan datang.
Orang yang beruntung ternyata selalu ge-er terhadap kehidupan. Selalu berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain. Coba saja Anda lakukan tes sendiri secara sederhana, tanya orang sukses yang Anda kenal, bagaimana prospek bisnis kedepan. Pasti mereka akan menceritakan optimisme dan harapan.
4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik.
Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka setiap situasi selalu ada sisi baiknya. Dalam salah satu tes nya Prof Wiseman meminta peserta untuk membayangkan sedang pergi ke bank dan tiba-tiba bank tersebut diserbu kawanan perampok bersenjata. Dan peserta diminta mengutarakan reaksi mereka. Reaksi orang dari kelompok sial umunya adalah: “wah sial bener ada di tengah2 perampokan begitu”. Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: “untung saya ada disana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan dapet duit”. Apapun situasinya orang yg beruntung pokoknya untung terus.
Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya menjadi keberuntungan.
Sekolah Keberuntungan.
Bagi mereka yang kurang beruntung, Prof Wiseman bahkan membuka Luck School.
Latihan yang diberikan Wiseman untuk orang2 semacam itu adalah dengan membuat “Luck Diary”, buku harian keberuntungan. Setiap hari, peserta harus mencatat hal-hal positif atau keberuntungan yang terjadi.
Mereka dilarang keras menuliskan kesialan mereka. Awalnya mungkin sulit, tapi begitu mereka bisa menuliskan satu keberuntungan, besok-besoknya akan semakin mudah dan semakin banyak keberuntungan yg mereka tuliskan.
Dan ketika mereka melihat beberapa hari kebelakang Lucky Diary mereka, mereka semakin sadar betapa beruntungnya mereka. Dan sesuai prinsip “law of attraction”, semakin mereka memikirkan betapa mereka beruntung, maka semakin banyak lagi lucky events yang datang pada hidup mereka.
Jadi, sesederhana itu rahasia si Untung. Ternyata semua orang juga bisa beruntung. Termasuk termans semua.
Siap mulai menjadi si Untung?
Wednesday, December 31, 2008
Daya Ungkit Finansial
Daya Ungkit Finansial
Oleh : Safak Muhammad
Kali ini saya ingin mengajak Anda berpikir sejenak untuk menjawab pertanyaan, “Apakah seseorang yang berpenghasilan ratusan juta bahkan miliaran setiap tahunnya itu memiliki kemampuan ribuan, ratusan ribu atau bahkan jutaan kali dari kemampuan rata - rata orang? Apakah seorang presiden juga memiliki Intelligent Quotient (IQ) atau kemampuan lainnya 100 kali dari rata - rata kemampuan rakyatnya?” Saya yakin Anda akan menjawab, “Tentu saja tidak!” Lalu apa yang membedakan mereka (orang-orang sukses) berbeda dengan orang biasa? Orang sukses atau orang kaya biasanya memiliki ‘kecerdikan’ untuk memanfaatkan kemampuan dirinya dan memanfaatkan sumber daya orang lain. Sesungguhnya orang sukses dan orang kaya dibandingkan dengan orang-orang gagal atau orang miskin memiliki perbedaan yang sangat tipis. Perbedaannya hanya pada ‘kecerdikan’ tersebut.
Mengapa seseorang yang sudah bekerja keras –ibaratnya kaki ditaruh di kepala, kepala dijadikan kaki- tapi tidak mengalami perubahan siginifikan dalam hidupnya, bahkan sampai usia lanjut pun hidup mereka ‘biasa - biasa’ saja?. Ada beberapa kemungkinan mengenai hal ini. Salah satunya karena mereka tidak bekerja secara ‘cerdas’ dengan memanfaatkan kiat - kiat orang sukses. Mereka lebih mengandalkan bekerja keras –bahkan kerja sangat sangat keras sekali– namun tidak mau belajar dan atau bekerjasama dengan orang lain. Mereka bekerja sendiri! Padahal apabila mau memanfaatkan ‘daya ungkit’ –suatu cara yang mampu mengantarkan sukses lebih cepat- maka usaha menjadi lebih mudah dan lebih ringan. Kita dapat menganalogkan ‘daya ungkit’ sebagai sebuah dongkrak mobil atau alat pengungkit. Sebuah mobil bila bannya bocor tidak mungkin kita angkat sendiri untuk mengganti ban. Kita membutuhkan dongkrak untuk mengangkat mobil agar lebih mudah dan ringan. Demikian juga kita dapat menggeser batu besar, dengan tenaga minimal karena menggunakan alat pengungkit. Begitulah perumpamaannya.
Demikian juga untuk melipatgandakan kekayaan. Menurut Tung Desem Waringin dalam buku Financial Revolution (2005), untuk melipatgandakan kekayaan atau mendapatkan uang dengan cepat dapat menggunakan rumus berikut :
ADDED VALUES x LEVERAGE
Leverage berarti pengungkit atau pendongkrak, yakni alat bantu yang memudahkan atau mempercepat pencapaian tujuan. Untuk menjelaskan rumus diatas -perpaduan antara added values (nilai tambah) dengan leverage (pengungkit) sehingga bisa menghasilkan banyak uang, berikut saya berikan cerita yang saya kutip dari sebuah majalah –Agustus 2005. Sebut saja PT A– perusahaan properti di Yogjakarta, yang hanya dalam waktu lima tahun mampu masuk dalam jajaran tiga besar pengembang dengan omset ratusan miliar dan berhasil membangun 40 lokasi perumahan. Padahal ketika perusahaan ini didirikan oleh kakak beradik Mr BI dan Mr AF, hanya bermodalkan Rp65 juta (1999). Mereka mengembangkan bisnis dengan strategi menjalin kerjasama dengan pemilik uang (=leverage, pengungkit) dengan pembagian 60:40 dari laba bersih. Enam puluh persen untuk developer dan empat puluh persen untuk investor. Kerjasama ini dilakukan dengan transparan karena investor bisa mengetahui seluruh biaya operasional dari proyek yang dijalankan. Bahkan investor bisa ikut menentukan berapa nilai jual proyek (=added values, nilai tambah). Uang orang lain tersebut sebagai daya ungkit karena bagi PT A, bila hanya mengandalkan uang sendiri yang sangat terbatas, maka bisnisnya tidak akan cepat berkembang. Sedangkan transparansi dan pengelolaan bersama adalah nilai tambahnya, karena tidak semua perusahaan menerapkan sistem seperti itu. Biasanya pengelola bisnis merasa tidak nyaman dengan keikutsertaan investor dalam urusan manajemen. Jadi itu bisa disebut nilai tambah.Menurut Robert G. Allen dalam buku The One Minute Millionaire, ada lima leverage yang dapat digunakan sebagai pondasi dalam meraih kekayaan yaitu mentor (pembimbing), tim yang kuat, jaringan, peralatan dan sistem. Kelima leverages itu akan memberikan daya ungkit yang luar biasa dalam membangun kekayaan melalui :
1. Uang orang lain Di dunia ini selalu ada orang yang memiliki uang berlimpah, namun tidak memiliki waktu untuk mengembangkan uangnya, tidak memiliki cukup keahlian untuk berbisnis, atau berbagai alasan lain. Ada juga orang yang kekurangan uang (memiliki modal terbatas) tapi banyak ide kreatif, semangat dan etos kerja yang tinggi. Inilah yang menyebabkan adanya supply (penawaran) dan demand (permintaan) kerjasama dalam pengelolaan keuangan. Kondisi ini pula yang melahirkan industri perbankan sebagai lembaga intermediasi (menghimpun dan menyalurkan) dana masyarakat. Sesungguhnya kita dapat memanfaatkan kondisi itu untuk meningkatkan finansial. Bagaimana caranya? Salah satunya, kita dapat mengambil hutang di bank atau bekerjasama dengan pemilik dana untuk membiayai proyek - proyek produktif maupun properti. Bila hal itu belum bisa dilakukan karena kita belum dipercaya pemilik modal, kita bisa memulai dengan menjadi broker atau perantara jual beli barang seperti properti. Kita bisa mendapatkan keuntungan meski tidak memiliki modal sama sekali. Dar broker kemudian kita akan meningkat menjadi orang yang dipercaya untuk mengelola uang pemilik modal maupun perbankan. Banyak kisah sukses orang - orang yang berhasil memanfaatkan daya ungkit ini (menggunakan uang orang lain atau bank) dan yang paling nyata adalah sebagian besar konglomerat.
2. Pengalaman orang lain. Kita memerlukan pengalaman-pengalaman orang lain sebagai pelajaran yang berharga. Pengalaman itu bisa dari kesuksesan orang lain. Bisa juga dari pengalaman kegagalan seseorang. Pengalaman bisa mengajarkan apa yang harus dikerjakan dan apa yang harus ditinggalkan. Bagaimana strategi orang-orang kaya meraih kekayaannya dapat kita contoh. Kita juga butuh mentor (pembimbing) untuk membantu meraih tujuan-tujuan yang diinginkan, termasuk tujuan keuangan. Dengan mentor, kita dapat belajar secara cepat. Meski kita dapat meraih suatu impian atau tujuan menggunakan cara sendiri, namun kita harus melakukan try and error alias coba–coba sehingga butuh waktu lama untuk sampai tujuan. Tentu akan lebih efektif bila kita memiliki cara-cara yang sudah terbukti keberhasilannya dengan ‘ramuan’ yang sudah pas. ‘Ramuan’ itu biasanya dari pengalaman orang lain.Contoh sederhananya, ketika Anda ingin membuat nasi goreng. Meski Anda sudah mendapatkan resepnya, belum tentu nasi gorengnya lezat. Meski ukuran bumbunya sudah sama persis dengan teori yang Anda dapatkan, bisa jadi nasi gorengnya terlalu kering, terlalu manis atau terlalu basah. Kemungkinan ini bisa terjadi hanya karena kesalahan sedikit saat Anda memasak. Misalnya Anda mendahulukan menggoreng nasi kemudian bumbunya, maka hasilnya pasti berbeda bila bumbunya lebih dulu kemudian nasinya. Hal-hal kecil seperti itulah yang kita butuhkan dari pengalaman orang lain.Bukti bahwa pengalaman maupun mentor kita perlukan, Anda dapat menyaksikan orang-orang sukses seperti Bill Clinton, Andre Agassi, Nelson Mandela dan Lady Di. Mereka sukses dibidangnya masing-masing karena memiliki mentor yaitu Anthony Robbins.
3. Ide orang lain. Anda tentu kenal Henry Ford. Pendiri perusahaan otomotif Ford Motor tersebut pernah mengatakan, “Saya tidak pernah berpikir: Mengapa saya harus menciptakan produk yang belum ada. Saya selalu berpikir: Mengapa saya tidak menciptakan produk yang lebih baik dari yang sudah ada?” Apa yang dikatakan Ford memberikan pelajaran bahwa kalau ingin sukses berbisnis maupun finansial, kita tidak harus berpikir mencari ide yang benar-benar baru. Namun kita bisa menambahkan atau menyempurnakan ide yang sudah ada menjadi lebih baik. Kita boleh meniru ide, bisnis atau kiat-kiat orang lain. Tidak perlu malu mencontek!. Bila ada ide bagus, tidak ada salahnya ditiru. Tapi hal yang paling penting dalam mencontek ide atau bisnis adalah menggunakan rumus ATM (Amati, Tiru, Modifikasi).
4. Pekerjaan orang lain. Seringkali dalam bisnis atau pekerjaan yang kita lakukan itu akan lebih baik dan lebih efisien bila dikerjasamakan dengan orang lain. Sama seperti perusahaan mobil yang memberikan sub kontrak untuk spare part tertentu kepada vendor, misalnya jok mobil, ban, kampas rem. Demikian juga bila Anda mulai merintis bisnis, pada awal usaha kita boleh mengurus sendiri urusan bisnis mulai dari A – Z, mulai dari pemasaran, mencari modal kerja, mengantar barang, memproduksi barang, menagih dan sebagainya. Akan tetapi bila itu Anda lakukan selamanya, lama kelamaan Anda kecapaian!. Maka sebaiknya Anda berpikir untuk mendelegasikan kepada orang lain.
5. Waktu orang lain.Waktu sehari semalam adalah sama bagi setiap orang yakni 24 jam. Jumlah waktu tersebut masih harus dikurangi dengan istirahat, tidur, ibadah dan kegiatan lain. Hasil sebuah penelitian yang dikutip oleh Promod Brata dalam buku Born to Win menyebutkan bahwa dari umur hidup seseorang yang mencapai 70 tahun, ternyata hanya tersisa waktu efektif 12 tahun untuk bekerja. Rata-rata 25 tahun untuk tidur, 8 tahun untuk belajar, 6 tahun untuk istirahat dan sakit, 7 tahun untuk liburan/rekreasi, 5 tahun untuk komunikasi, 4 tahun untuk makan dan 3 tahun untuk transisi yaitu persiapan untuk melakukan semua aktivitas diatas. Dengan memperhatikan realitas diatas, waktu yang tersedia untuk mencapai tujuan hidup ini relatif kecil. Bila orang hanya bekerja menggunakan waktunya sendiri, maka akan biasanya akan lama sampai tujuan. Maka, mau tidak mau, suka atau tidak, kita membutuhkan waktu orang lain untuk membantu meraih tujuan hidup, termasuk meraih kesuksesan finansial.
Tulisan ini diambil dari Majalah Nurul Hayat - Nopember 2008
Oleh : Safak Muhammad
Kali ini saya ingin mengajak Anda berpikir sejenak untuk menjawab pertanyaan, “Apakah seseorang yang berpenghasilan ratusan juta bahkan miliaran setiap tahunnya itu memiliki kemampuan ribuan, ratusan ribu atau bahkan jutaan kali dari kemampuan rata - rata orang? Apakah seorang presiden juga memiliki Intelligent Quotient (IQ) atau kemampuan lainnya 100 kali dari rata - rata kemampuan rakyatnya?” Saya yakin Anda akan menjawab, “Tentu saja tidak!” Lalu apa yang membedakan mereka (orang-orang sukses) berbeda dengan orang biasa? Orang sukses atau orang kaya biasanya memiliki ‘kecerdikan’ untuk memanfaatkan kemampuan dirinya dan memanfaatkan sumber daya orang lain. Sesungguhnya orang sukses dan orang kaya dibandingkan dengan orang-orang gagal atau orang miskin memiliki perbedaan yang sangat tipis. Perbedaannya hanya pada ‘kecerdikan’ tersebut.
Mengapa seseorang yang sudah bekerja keras –ibaratnya kaki ditaruh di kepala, kepala dijadikan kaki- tapi tidak mengalami perubahan siginifikan dalam hidupnya, bahkan sampai usia lanjut pun hidup mereka ‘biasa - biasa’ saja?. Ada beberapa kemungkinan mengenai hal ini. Salah satunya karena mereka tidak bekerja secara ‘cerdas’ dengan memanfaatkan kiat - kiat orang sukses. Mereka lebih mengandalkan bekerja keras –bahkan kerja sangat sangat keras sekali– namun tidak mau belajar dan atau bekerjasama dengan orang lain. Mereka bekerja sendiri! Padahal apabila mau memanfaatkan ‘daya ungkit’ –suatu cara yang mampu mengantarkan sukses lebih cepat- maka usaha menjadi lebih mudah dan lebih ringan. Kita dapat menganalogkan ‘daya ungkit’ sebagai sebuah dongkrak mobil atau alat pengungkit. Sebuah mobil bila bannya bocor tidak mungkin kita angkat sendiri untuk mengganti ban. Kita membutuhkan dongkrak untuk mengangkat mobil agar lebih mudah dan ringan. Demikian juga kita dapat menggeser batu besar, dengan tenaga minimal karena menggunakan alat pengungkit. Begitulah perumpamaannya.
Demikian juga untuk melipatgandakan kekayaan. Menurut Tung Desem Waringin dalam buku Financial Revolution (2005), untuk melipatgandakan kekayaan atau mendapatkan uang dengan cepat dapat menggunakan rumus berikut :
ADDED VALUES x LEVERAGE
Leverage berarti pengungkit atau pendongkrak, yakni alat bantu yang memudahkan atau mempercepat pencapaian tujuan. Untuk menjelaskan rumus diatas -perpaduan antara added values (nilai tambah) dengan leverage (pengungkit) sehingga bisa menghasilkan banyak uang, berikut saya berikan cerita yang saya kutip dari sebuah majalah –Agustus 2005. Sebut saja PT A– perusahaan properti di Yogjakarta, yang hanya dalam waktu lima tahun mampu masuk dalam jajaran tiga besar pengembang dengan omset ratusan miliar dan berhasil membangun 40 lokasi perumahan. Padahal ketika perusahaan ini didirikan oleh kakak beradik Mr BI dan Mr AF, hanya bermodalkan Rp65 juta (1999). Mereka mengembangkan bisnis dengan strategi menjalin kerjasama dengan pemilik uang (=leverage, pengungkit) dengan pembagian 60:40 dari laba bersih. Enam puluh persen untuk developer dan empat puluh persen untuk investor. Kerjasama ini dilakukan dengan transparan karena investor bisa mengetahui seluruh biaya operasional dari proyek yang dijalankan. Bahkan investor bisa ikut menentukan berapa nilai jual proyek (=added values, nilai tambah). Uang orang lain tersebut sebagai daya ungkit karena bagi PT A, bila hanya mengandalkan uang sendiri yang sangat terbatas, maka bisnisnya tidak akan cepat berkembang. Sedangkan transparansi dan pengelolaan bersama adalah nilai tambahnya, karena tidak semua perusahaan menerapkan sistem seperti itu. Biasanya pengelola bisnis merasa tidak nyaman dengan keikutsertaan investor dalam urusan manajemen. Jadi itu bisa disebut nilai tambah.Menurut Robert G. Allen dalam buku The One Minute Millionaire, ada lima leverage yang dapat digunakan sebagai pondasi dalam meraih kekayaan yaitu mentor (pembimbing), tim yang kuat, jaringan, peralatan dan sistem. Kelima leverages itu akan memberikan daya ungkit yang luar biasa dalam membangun kekayaan melalui :
1. Uang orang lain Di dunia ini selalu ada orang yang memiliki uang berlimpah, namun tidak memiliki waktu untuk mengembangkan uangnya, tidak memiliki cukup keahlian untuk berbisnis, atau berbagai alasan lain. Ada juga orang yang kekurangan uang (memiliki modal terbatas) tapi banyak ide kreatif, semangat dan etos kerja yang tinggi. Inilah yang menyebabkan adanya supply (penawaran) dan demand (permintaan) kerjasama dalam pengelolaan keuangan. Kondisi ini pula yang melahirkan industri perbankan sebagai lembaga intermediasi (menghimpun dan menyalurkan) dana masyarakat. Sesungguhnya kita dapat memanfaatkan kondisi itu untuk meningkatkan finansial. Bagaimana caranya? Salah satunya, kita dapat mengambil hutang di bank atau bekerjasama dengan pemilik dana untuk membiayai proyek - proyek produktif maupun properti. Bila hal itu belum bisa dilakukan karena kita belum dipercaya pemilik modal, kita bisa memulai dengan menjadi broker atau perantara jual beli barang seperti properti. Kita bisa mendapatkan keuntungan meski tidak memiliki modal sama sekali. Dar broker kemudian kita akan meningkat menjadi orang yang dipercaya untuk mengelola uang pemilik modal maupun perbankan. Banyak kisah sukses orang - orang yang berhasil memanfaatkan daya ungkit ini (menggunakan uang orang lain atau bank) dan yang paling nyata adalah sebagian besar konglomerat.
2. Pengalaman orang lain. Kita memerlukan pengalaman-pengalaman orang lain sebagai pelajaran yang berharga. Pengalaman itu bisa dari kesuksesan orang lain. Bisa juga dari pengalaman kegagalan seseorang. Pengalaman bisa mengajarkan apa yang harus dikerjakan dan apa yang harus ditinggalkan. Bagaimana strategi orang-orang kaya meraih kekayaannya dapat kita contoh. Kita juga butuh mentor (pembimbing) untuk membantu meraih tujuan-tujuan yang diinginkan, termasuk tujuan keuangan. Dengan mentor, kita dapat belajar secara cepat. Meski kita dapat meraih suatu impian atau tujuan menggunakan cara sendiri, namun kita harus melakukan try and error alias coba–coba sehingga butuh waktu lama untuk sampai tujuan. Tentu akan lebih efektif bila kita memiliki cara-cara yang sudah terbukti keberhasilannya dengan ‘ramuan’ yang sudah pas. ‘Ramuan’ itu biasanya dari pengalaman orang lain.Contoh sederhananya, ketika Anda ingin membuat nasi goreng. Meski Anda sudah mendapatkan resepnya, belum tentu nasi gorengnya lezat. Meski ukuran bumbunya sudah sama persis dengan teori yang Anda dapatkan, bisa jadi nasi gorengnya terlalu kering, terlalu manis atau terlalu basah. Kemungkinan ini bisa terjadi hanya karena kesalahan sedikit saat Anda memasak. Misalnya Anda mendahulukan menggoreng nasi kemudian bumbunya, maka hasilnya pasti berbeda bila bumbunya lebih dulu kemudian nasinya. Hal-hal kecil seperti itulah yang kita butuhkan dari pengalaman orang lain.Bukti bahwa pengalaman maupun mentor kita perlukan, Anda dapat menyaksikan orang-orang sukses seperti Bill Clinton, Andre Agassi, Nelson Mandela dan Lady Di. Mereka sukses dibidangnya masing-masing karena memiliki mentor yaitu Anthony Robbins.
3. Ide orang lain. Anda tentu kenal Henry Ford. Pendiri perusahaan otomotif Ford Motor tersebut pernah mengatakan, “Saya tidak pernah berpikir: Mengapa saya harus menciptakan produk yang belum ada. Saya selalu berpikir: Mengapa saya tidak menciptakan produk yang lebih baik dari yang sudah ada?” Apa yang dikatakan Ford memberikan pelajaran bahwa kalau ingin sukses berbisnis maupun finansial, kita tidak harus berpikir mencari ide yang benar-benar baru. Namun kita bisa menambahkan atau menyempurnakan ide yang sudah ada menjadi lebih baik. Kita boleh meniru ide, bisnis atau kiat-kiat orang lain. Tidak perlu malu mencontek!. Bila ada ide bagus, tidak ada salahnya ditiru. Tapi hal yang paling penting dalam mencontek ide atau bisnis adalah menggunakan rumus ATM (Amati, Tiru, Modifikasi).
4. Pekerjaan orang lain. Seringkali dalam bisnis atau pekerjaan yang kita lakukan itu akan lebih baik dan lebih efisien bila dikerjasamakan dengan orang lain. Sama seperti perusahaan mobil yang memberikan sub kontrak untuk spare part tertentu kepada vendor, misalnya jok mobil, ban, kampas rem. Demikian juga bila Anda mulai merintis bisnis, pada awal usaha kita boleh mengurus sendiri urusan bisnis mulai dari A – Z, mulai dari pemasaran, mencari modal kerja, mengantar barang, memproduksi barang, menagih dan sebagainya. Akan tetapi bila itu Anda lakukan selamanya, lama kelamaan Anda kecapaian!. Maka sebaiknya Anda berpikir untuk mendelegasikan kepada orang lain.
5. Waktu orang lain.Waktu sehari semalam adalah sama bagi setiap orang yakni 24 jam. Jumlah waktu tersebut masih harus dikurangi dengan istirahat, tidur, ibadah dan kegiatan lain. Hasil sebuah penelitian yang dikutip oleh Promod Brata dalam buku Born to Win menyebutkan bahwa dari umur hidup seseorang yang mencapai 70 tahun, ternyata hanya tersisa waktu efektif 12 tahun untuk bekerja. Rata-rata 25 tahun untuk tidur, 8 tahun untuk belajar, 6 tahun untuk istirahat dan sakit, 7 tahun untuk liburan/rekreasi, 5 tahun untuk komunikasi, 4 tahun untuk makan dan 3 tahun untuk transisi yaitu persiapan untuk melakukan semua aktivitas diatas. Dengan memperhatikan realitas diatas, waktu yang tersedia untuk mencapai tujuan hidup ini relatif kecil. Bila orang hanya bekerja menggunakan waktunya sendiri, maka akan biasanya akan lama sampai tujuan. Maka, mau tidak mau, suka atau tidak, kita membutuhkan waktu orang lain untuk membantu meraih tujuan hidup, termasuk meraih kesuksesan finansial.
Tulisan ini diambil dari Majalah Nurul Hayat - Nopember 2008
Rahasia Berkelimpahan Financial Hukum Tarik Menarik
Rahasia Berkelimpahan Hukum Tarik Menarik
oleh : Safak Muhammad
“Hukum tarik menarik adalah segala sesuatu yang datang ke dalam hidup anda ditarik oleh anda ke dalam hidup anda. Dan segala sesuatu itu tertarik ke anda oleh citra-citra yang anda pelihara dalam benak pikiran, oleh apa yang anda pikirkan. Apa pun yang berlangsung dalam benak, anda menariknya ke diri anda”.
Rahasia hukum Tarik Menarik ini dibeberkan dalam buku The Secret (Rahasia) yang ditulis oleh Rhonda Byrne. Hukum Tarik Menarik ini mengatakan bahwa kemiripan menarik kemiripan, jadi ketika anda memikirkan suatu pikiran, anda juga menarik pikiran-pikiran serupa ke diri anda. Beikut ini adalah contoh yang mungkin pernah anda alami dari hukum tarik-menarik dalam hidup anda. Pernahkah anda memulai memikirkan sesuatu yang tidak terlalu anda sukai dan semakin anda memikirkannya, tampaknya semakin memburuk? Ini disebabkan karena ketika anda memikirkan sebuah pikiran, hukum tarik-menarik segera mendatangkan lebih banyak pikiran yang serupa kepada anda. Dalam hitungan menit, anda sudah mendapatkan begitu banyak pikiran tidak menyenangkan yang serupa dan membuat situasi tampak memburuk. Semakin anda memikirkannya, semakin kesallah anda.
Anda mungkin kenal dengan Jack Canfield, seorang penulis best seller Chicken Soup For The Soul. Buku tulisan Jack ini sudah laku jutaan eksemplar dan terjemahannya banyak dijual di toko-toko buku di Indonesia. Jack Canfield sudah membuktikan menggunakan hukum tarik menarik ini. Berikut penuturannya sebagaimana ditulis dalam buku The Secret.
“Bagi saya, Rahasia ini sungguh mengubah hidup saya karena saya dibesarkan bersama seorang ayah yang sangat negatif, yang berpikir bahwa orang kaya adalah orang yang memiskinkan setiap orang, dan bahwa setiap orang yang mempunyai uang pastilah telah menipu seseorang lainnya. Jadi, saya dibesarkan dengan banyak kepercayaan tentang uang. Jika anda memiliki uang, uang akan membuat anda menjadi orang yang buruk; hanya orang jahat yang mempunyai uang; dan uang tidak tumbuh di pohon. Jadi saya tumbuh menjadi orang yang sungguh percaya bahwa hidup ini sulit. Baru ketika saya bertemu W.Clement Stone-lah saya mulai mengubah hidup saya. Ketika saya masih bekerja dengan Stone, ia berkata, “Saya ingin kamu menetapkan sebuah tujuan yang sangat besar yang jika tercapai akan membuat kamu takjub, dan kamu akan tahu bahwa itu hanya disebabkan oleh apa yang telah saya ajarkan padamu bahwa kamu akan bisa mencapai tujuan ini.” Pada saat itu saya berpenghasilan sekitar delapan ribu dolar setahun, jadi saya berkata, “Saya ingin berpenghasilan seratus ribu dolar setahun” Saya tidak tahu bagaimana saya melakukannya. Saya tidak melihat adanya strategi atau kemungkinan, saya hanya berkata, “Saya akan mengumumkannya, saya akan memercayainya, saya akan bersikap seakan-akan ini memang benar, lalu melepaskanya (melupakannya)” Jadi saya melakukannya.
Satu hal yang ia ajarkan pada saya adalah setiap hari memejamkan mata dan memvisualkan seakan-akan tujuan itu sudah tercapai. Saya sungguh-sungguh membuat cek seratus ribu dolar dan memasangnya dilangit-langit. Jadi, begitu bangun pagi, saya memandang ke atas dan melihatnya, dan itu akan mengingatkan saya pada niat saya. Kemudian saya memejamkan mata dan memvisualisasikan memiliki gaya hidup orang berpenghasilan seratus ribu dolar setahun. Yang menarik, tidak ada peristiwa besar yang terjadi selama sekitar tiga puluh hari. Saya tidak mendapatkan ide-ide cemerlang, tidak ada juga orang yang menawarkan lebih baik banyak uang kepada saya.
Sekitar empat minggu sesudahnya, saya mendapatkan ide bernilai seratus ribu dolar. Ide itu muncul tiba-tiba dalam benak saya. Saya telah menulis sebuah buku, dan saya berkata, “Jika saya dapat menjual empat ratus ribu buku dengan harga 25 sen per buku, itu akan menjadi seratus ribu dolar” Buku-buku itu sudah ada disana, tetapi saya tidak pernah berpikir seperti ini. Saya tidak tahu bagaimana saya akan menjual empat ratus ribu buku. Kemudian saya melihat koran National Enquirer di pasar swalayan. Saya telah melihatnya jutaan kali, dan koran itu melompat ke latar depan. Saya berpikir, “Jika pembaca mengetahui tentang buku saya, pasti empat ratus ribu orang akan membelinya”
Sekitar enam minggu kemudian, saya berbicara di Hunter College di New York kepada enam ratus guru, lalu seorang perempuan mendekati saya dan berkata, “Itu tadi pidato yang bagus. Saya ingin mewawancarai anda. Ini kartu nama saya” Ternayata ia adalah penulis lepas yang menjual ceritanya ke National Enquirer. Tema dari “The Twilight Zone” muncul di kepala saya, wah… ini sungguh-sungguh ampuh. Artikel itu muncul dan penjualan buku kami mulai mencuat.
Yang ingin saya kemukakan disini adalah saya telah menarik semua peristiwa ini ke dalam hidup saya, termasuk orang ini. Untuk menyingkat cerita, saya tidak menghasilkan seratus ribu dolar pada tahun itu. Kami menghasilkan sembilan puluh dua ribu tiga ratus dua puluh tujuh dolar. Tetapi apakah anda pikir kami menjadi sedih dan berkata, “Ini tidak mempan” Tidak, kami berkata, “Ini menakjubkan!” Jadi istri saya berkata, “Jika ampuh untuk seratus ribu dolar, menurutmu juga akan ampuh untuk satu juta?” Dan saya berkata,”Saya tidak tahu, saya kira bisa. Mari kita coba”. Singkat cerita, ternyata ia berhasil mengumpulkan satu juta dolar!
Menurut Rhonda Byrne, sang penulis buku The Secret (Rahasia) ini, Hukum Tarik Menarik ini sebenarnya sudah dipraktekkan oleh orang-orang besar seperti Plato, Shakespeare, Newton, Hugo, Beethoven, Lincoln, Emerson, Edison dan Einstein. Mereka adalah orang-orang yang sudah mengetahui rahasia ini. Bagi kita sebenarnya ini bukanlah ajaran baru. Islam telah mengajarkan sebagaimana hadist qudsi yang diriwayatkan Muslim sebagai berikut:
“Aku (Allah) sesuai prasangka hamba-Ku pada-Ku dan Aku (Allah) bersamanya apabila ia memohon kepada-Ku”.
Hadits ini bisa diterjemahkan, “kita adalah apa yang kita pikirkan”. Dan inilah yang selalu dikatakan oleh orang-orang barat.
Orang-orang yang miskin biasanya juga pikirannya dipenuhi mental kekurangan. Mental miskin menyebabkan orang tidak mau berbuat banyak. Mengeluh, mengeluh dan mengeluh saja!. Orang bermental miskin merasa cepat lelah dan putus asa menghadapi kehidupan ini. Hal ini disebabkan karena apa pun yang tidak sesuai dengan keinginan, membuat dirinya kecewa. Dalam keyakinannya, apa yang akan dilakukan tidak akan memberikan hasil sesuai keinginan. “Kerja keras hanya sia-sia!”, begitu kira-kira yang selalu ada dalam pikirannya. Sikap pesimis mendominasi pikiran. Mereka berpikir bahwa sukses atau kaya adalah sebuah keberuntungan. Mereka lupa bahwa kekayaan dan kesuksesan dapat diraih oleh siapapun dari latar belakang apa apa pun.
Tidak benar jika cara untuk meraih ‘pohon uang’ itu sangat rahasia dan tidak dapat dipelajari semua orang. Tidak benar jika ‘pohon uang’ itu hanya untuk orang - orang pilihan. Sama halnya dengan kebahagiaan, uang juga timbul dari dalam diri sendiri. Uang hanyalah perwujudan lahiriah dari fokus batiniah dan pemikiran - pemikiran yang diarahkan kepada target spesifik, sehingga kaya itu sebenarnya bermula dari pikiran. Oleh karena itu kita harus mulai kaya dalam pikiran sebelum benar - benar kaya secara materi. Sikap dan keyakinan ini harus ditanamkan sejak dini, sehingga seluruh langkah kita akan mengarah pada pencapaian keyakinan tersebut.
Keyakinan itu adanya dalam hati, seperti bahasa komputer (soft ware). Dalam bahasa komputer polanya selalu :
IF (JIKA) …. THAT (MAKA) …… Bila begini…… maka …..
Keyakinan juga demikian, mengikuti pola (rumus) yang kita buat sendiri. Bila polanya salah, hasilnya juga salah. Bila kita yakin gagal….. maka kita malas berbuat dan kita akan benar-benar gagal!. Bila kita merasa sudah tidak akan kaya, maka kita akan malas berpikir dan malas bekerja sehingga kita akan benar – benar miskin. Keyakinan bawah sadar kita mengatakan bahwa bekerja sekuat dan secerdas apapun toh hasilnya tetap miskin. Kita merasa semua adalah takdir dan kita akan berhenti bekerja!. Kita juga tidak berpikir panjang terhadap uang kita. Punya uang berapapun, habis untuk urusan perut dan kesenangan semu lainnya. Maka yang terjadi, akan miskin beneran! Begitu seterusnya. Pola itu berlanjut terus pada orang-orang bermental miskin.
Nah, untuk mengubah pikiran dan keyakinan negatif, kita harus fokus pada kata-kata positif. Kita harus mulai dengan memilih kata - kata dan susunan kata-kata yang benar. Ini artinya kita harus mengubah kalimatnya, misalnya :
• Ketika kita sedang bingung. Sebaiknya tidak mengatakan bingung, tetapi katakanlah, “Saya masih butuh informasi tentang hal itu”. Dengan mengatakan seperti itu, otak akan berpikir bagaimana mencari informasi tambahan, bukan mengeluh karena bingung.
• Ketika bisnis bangkrut sebaiknya mengatakan, ”Bisnis saya sedang butuh perhatian dan kerja keras”. Ini artinya, kita akan berusaha mencari solusi untuk mengatasi masalah kebangkrutan, bukan menyesali kondisi yang ada karena semakiin terpuruk.
• Gaji tidak naik, sebaiknya tidak mengatakan, “Bila gaji tidak naik, saya tidak perlu kerja keras lagi”. Kalimat seperti itu akan menjadikan kita semakin terpuruk karena semangat kerja menurun. Bandingkan bila diubah, “Kalau gaji tidak naik, saya harus bekerja lebih baik lagi, lebih berprestasi dan mudah -mudahan perusahaan meningkat dan gaji naik. Kalau tidak naik juga, perusahaan lain akan menawarkan kerja dengan fasilitas & gaji lebih menarik, karena mereka tahu kinerja baik saya”.
• Uang kita sedikit, sebaiknya mengatakan, ”Alhamdulillah saya sudah punya uang dan semakin bertambah banyak”. Dengan mengatakan seperti itu, otak akan berpikir mencari alternatif sumber penghasilan lainnya. Bandingkan bila kita mengatakan, “Uang saya hanya sedikit, walau saya sudah bekerja keras”. Mental jadi drop (turun) dan kita akan berhenti berpikir.
Itulah sedikit uraian tentang kuatnya pikiran memengaruhi hidup kita. Dan sesungguhnya baik-buruknya hidup kita dimasa depan adalah merupakan hasil rangkaian pikiran kita masa lalu dan saat ini. Jadi, bagaimana dengan kita?
Demikian, semoga bermanfaat!
Tulisan ini juga dimuat di Majalah Nurul Hayat – Surabaya.
oleh : Safak Muhammad
“Hukum tarik menarik adalah segala sesuatu yang datang ke dalam hidup anda ditarik oleh anda ke dalam hidup anda. Dan segala sesuatu itu tertarik ke anda oleh citra-citra yang anda pelihara dalam benak pikiran, oleh apa yang anda pikirkan. Apa pun yang berlangsung dalam benak, anda menariknya ke diri anda”.
Rahasia hukum Tarik Menarik ini dibeberkan dalam buku The Secret (Rahasia) yang ditulis oleh Rhonda Byrne. Hukum Tarik Menarik ini mengatakan bahwa kemiripan menarik kemiripan, jadi ketika anda memikirkan suatu pikiran, anda juga menarik pikiran-pikiran serupa ke diri anda. Beikut ini adalah contoh yang mungkin pernah anda alami dari hukum tarik-menarik dalam hidup anda. Pernahkah anda memulai memikirkan sesuatu yang tidak terlalu anda sukai dan semakin anda memikirkannya, tampaknya semakin memburuk? Ini disebabkan karena ketika anda memikirkan sebuah pikiran, hukum tarik-menarik segera mendatangkan lebih banyak pikiran yang serupa kepada anda. Dalam hitungan menit, anda sudah mendapatkan begitu banyak pikiran tidak menyenangkan yang serupa dan membuat situasi tampak memburuk. Semakin anda memikirkannya, semakin kesallah anda.
Anda mungkin kenal dengan Jack Canfield, seorang penulis best seller Chicken Soup For The Soul. Buku tulisan Jack ini sudah laku jutaan eksemplar dan terjemahannya banyak dijual di toko-toko buku di Indonesia. Jack Canfield sudah membuktikan menggunakan hukum tarik menarik ini. Berikut penuturannya sebagaimana ditulis dalam buku The Secret.
“Bagi saya, Rahasia ini sungguh mengubah hidup saya karena saya dibesarkan bersama seorang ayah yang sangat negatif, yang berpikir bahwa orang kaya adalah orang yang memiskinkan setiap orang, dan bahwa setiap orang yang mempunyai uang pastilah telah menipu seseorang lainnya. Jadi, saya dibesarkan dengan banyak kepercayaan tentang uang. Jika anda memiliki uang, uang akan membuat anda menjadi orang yang buruk; hanya orang jahat yang mempunyai uang; dan uang tidak tumbuh di pohon. Jadi saya tumbuh menjadi orang yang sungguh percaya bahwa hidup ini sulit. Baru ketika saya bertemu W.Clement Stone-lah saya mulai mengubah hidup saya. Ketika saya masih bekerja dengan Stone, ia berkata, “Saya ingin kamu menetapkan sebuah tujuan yang sangat besar yang jika tercapai akan membuat kamu takjub, dan kamu akan tahu bahwa itu hanya disebabkan oleh apa yang telah saya ajarkan padamu bahwa kamu akan bisa mencapai tujuan ini.” Pada saat itu saya berpenghasilan sekitar delapan ribu dolar setahun, jadi saya berkata, “Saya ingin berpenghasilan seratus ribu dolar setahun” Saya tidak tahu bagaimana saya melakukannya. Saya tidak melihat adanya strategi atau kemungkinan, saya hanya berkata, “Saya akan mengumumkannya, saya akan memercayainya, saya akan bersikap seakan-akan ini memang benar, lalu melepaskanya (melupakannya)” Jadi saya melakukannya.
Satu hal yang ia ajarkan pada saya adalah setiap hari memejamkan mata dan memvisualkan seakan-akan tujuan itu sudah tercapai. Saya sungguh-sungguh membuat cek seratus ribu dolar dan memasangnya dilangit-langit. Jadi, begitu bangun pagi, saya memandang ke atas dan melihatnya, dan itu akan mengingatkan saya pada niat saya. Kemudian saya memejamkan mata dan memvisualisasikan memiliki gaya hidup orang berpenghasilan seratus ribu dolar setahun. Yang menarik, tidak ada peristiwa besar yang terjadi selama sekitar tiga puluh hari. Saya tidak mendapatkan ide-ide cemerlang, tidak ada juga orang yang menawarkan lebih baik banyak uang kepada saya.
Sekitar empat minggu sesudahnya, saya mendapatkan ide bernilai seratus ribu dolar. Ide itu muncul tiba-tiba dalam benak saya. Saya telah menulis sebuah buku, dan saya berkata, “Jika saya dapat menjual empat ratus ribu buku dengan harga 25 sen per buku, itu akan menjadi seratus ribu dolar” Buku-buku itu sudah ada disana, tetapi saya tidak pernah berpikir seperti ini. Saya tidak tahu bagaimana saya akan menjual empat ratus ribu buku. Kemudian saya melihat koran National Enquirer di pasar swalayan. Saya telah melihatnya jutaan kali, dan koran itu melompat ke latar depan. Saya berpikir, “Jika pembaca mengetahui tentang buku saya, pasti empat ratus ribu orang akan membelinya”
Sekitar enam minggu kemudian, saya berbicara di Hunter College di New York kepada enam ratus guru, lalu seorang perempuan mendekati saya dan berkata, “Itu tadi pidato yang bagus. Saya ingin mewawancarai anda. Ini kartu nama saya” Ternayata ia adalah penulis lepas yang menjual ceritanya ke National Enquirer. Tema dari “The Twilight Zone” muncul di kepala saya, wah… ini sungguh-sungguh ampuh. Artikel itu muncul dan penjualan buku kami mulai mencuat.
Yang ingin saya kemukakan disini adalah saya telah menarik semua peristiwa ini ke dalam hidup saya, termasuk orang ini. Untuk menyingkat cerita, saya tidak menghasilkan seratus ribu dolar pada tahun itu. Kami menghasilkan sembilan puluh dua ribu tiga ratus dua puluh tujuh dolar. Tetapi apakah anda pikir kami menjadi sedih dan berkata, “Ini tidak mempan” Tidak, kami berkata, “Ini menakjubkan!” Jadi istri saya berkata, “Jika ampuh untuk seratus ribu dolar, menurutmu juga akan ampuh untuk satu juta?” Dan saya berkata,”Saya tidak tahu, saya kira bisa. Mari kita coba”. Singkat cerita, ternyata ia berhasil mengumpulkan satu juta dolar!
Menurut Rhonda Byrne, sang penulis buku The Secret (Rahasia) ini, Hukum Tarik Menarik ini sebenarnya sudah dipraktekkan oleh orang-orang besar seperti Plato, Shakespeare, Newton, Hugo, Beethoven, Lincoln, Emerson, Edison dan Einstein. Mereka adalah orang-orang yang sudah mengetahui rahasia ini. Bagi kita sebenarnya ini bukanlah ajaran baru. Islam telah mengajarkan sebagaimana hadist qudsi yang diriwayatkan Muslim sebagai berikut:
“Aku (Allah) sesuai prasangka hamba-Ku pada-Ku dan Aku (Allah) bersamanya apabila ia memohon kepada-Ku”.
Hadits ini bisa diterjemahkan, “kita adalah apa yang kita pikirkan”. Dan inilah yang selalu dikatakan oleh orang-orang barat.
Orang-orang yang miskin biasanya juga pikirannya dipenuhi mental kekurangan. Mental miskin menyebabkan orang tidak mau berbuat banyak. Mengeluh, mengeluh dan mengeluh saja!. Orang bermental miskin merasa cepat lelah dan putus asa menghadapi kehidupan ini. Hal ini disebabkan karena apa pun yang tidak sesuai dengan keinginan, membuat dirinya kecewa. Dalam keyakinannya, apa yang akan dilakukan tidak akan memberikan hasil sesuai keinginan. “Kerja keras hanya sia-sia!”, begitu kira-kira yang selalu ada dalam pikirannya. Sikap pesimis mendominasi pikiran. Mereka berpikir bahwa sukses atau kaya adalah sebuah keberuntungan. Mereka lupa bahwa kekayaan dan kesuksesan dapat diraih oleh siapapun dari latar belakang apa apa pun.
Tidak benar jika cara untuk meraih ‘pohon uang’ itu sangat rahasia dan tidak dapat dipelajari semua orang. Tidak benar jika ‘pohon uang’ itu hanya untuk orang - orang pilihan. Sama halnya dengan kebahagiaan, uang juga timbul dari dalam diri sendiri. Uang hanyalah perwujudan lahiriah dari fokus batiniah dan pemikiran - pemikiran yang diarahkan kepada target spesifik, sehingga kaya itu sebenarnya bermula dari pikiran. Oleh karena itu kita harus mulai kaya dalam pikiran sebelum benar - benar kaya secara materi. Sikap dan keyakinan ini harus ditanamkan sejak dini, sehingga seluruh langkah kita akan mengarah pada pencapaian keyakinan tersebut.
Keyakinan itu adanya dalam hati, seperti bahasa komputer (soft ware). Dalam bahasa komputer polanya selalu :
IF (JIKA) …. THAT (MAKA) …… Bila begini…… maka …..
Keyakinan juga demikian, mengikuti pola (rumus) yang kita buat sendiri. Bila polanya salah, hasilnya juga salah. Bila kita yakin gagal….. maka kita malas berbuat dan kita akan benar-benar gagal!. Bila kita merasa sudah tidak akan kaya, maka kita akan malas berpikir dan malas bekerja sehingga kita akan benar – benar miskin. Keyakinan bawah sadar kita mengatakan bahwa bekerja sekuat dan secerdas apapun toh hasilnya tetap miskin. Kita merasa semua adalah takdir dan kita akan berhenti bekerja!. Kita juga tidak berpikir panjang terhadap uang kita. Punya uang berapapun, habis untuk urusan perut dan kesenangan semu lainnya. Maka yang terjadi, akan miskin beneran! Begitu seterusnya. Pola itu berlanjut terus pada orang-orang bermental miskin.
Nah, untuk mengubah pikiran dan keyakinan negatif, kita harus fokus pada kata-kata positif. Kita harus mulai dengan memilih kata - kata dan susunan kata-kata yang benar. Ini artinya kita harus mengubah kalimatnya, misalnya :
• Ketika kita sedang bingung. Sebaiknya tidak mengatakan bingung, tetapi katakanlah, “Saya masih butuh informasi tentang hal itu”. Dengan mengatakan seperti itu, otak akan berpikir bagaimana mencari informasi tambahan, bukan mengeluh karena bingung.
• Ketika bisnis bangkrut sebaiknya mengatakan, ”Bisnis saya sedang butuh perhatian dan kerja keras”. Ini artinya, kita akan berusaha mencari solusi untuk mengatasi masalah kebangkrutan, bukan menyesali kondisi yang ada karena semakiin terpuruk.
• Gaji tidak naik, sebaiknya tidak mengatakan, “Bila gaji tidak naik, saya tidak perlu kerja keras lagi”. Kalimat seperti itu akan menjadikan kita semakin terpuruk karena semangat kerja menurun. Bandingkan bila diubah, “Kalau gaji tidak naik, saya harus bekerja lebih baik lagi, lebih berprestasi dan mudah -mudahan perusahaan meningkat dan gaji naik. Kalau tidak naik juga, perusahaan lain akan menawarkan kerja dengan fasilitas & gaji lebih menarik, karena mereka tahu kinerja baik saya”.
• Uang kita sedikit, sebaiknya mengatakan, ”Alhamdulillah saya sudah punya uang dan semakin bertambah banyak”. Dengan mengatakan seperti itu, otak akan berpikir mencari alternatif sumber penghasilan lainnya. Bandingkan bila kita mengatakan, “Uang saya hanya sedikit, walau saya sudah bekerja keras”. Mental jadi drop (turun) dan kita akan berhenti berpikir.
Itulah sedikit uraian tentang kuatnya pikiran memengaruhi hidup kita. Dan sesungguhnya baik-buruknya hidup kita dimasa depan adalah merupakan hasil rangkaian pikiran kita masa lalu dan saat ini. Jadi, bagaimana dengan kita?
Demikian, semoga bermanfaat!
Tulisan ini juga dimuat di Majalah Nurul Hayat – Surabaya.
Saturday, December 27, 2008
Mau tau kenapa harus sholat, puasa, haji?Kenapa cari tahu?
Mau tau ibadah yang diciptakan Allah untuk apa???
diulas abis di sini ..
buka web ini :
http://scientificfasting.blogspot.com/2008/12/agus-mustofa-dengan-20-bukunya.html
semoga bermanfaat
diulas abis di sini ..
buka web ini :
http://scientificfasting.blogspot.com/2008/12/agus-mustofa-dengan-20-bukunya.html
semoga bermanfaat
Buku "Ada Apa Dengan Ulama" Kontroversi Abisss
Buku "Ada Apa Dengan Ulama"
Pengarang : Dr. Ir. Soekmana Soma, MSP, M.Eng.
Penerbit : Qultum Media
Baca buku ini, ... sangat kontroversi abiss...
mencengangkan sekaligus menyadarkan kita...
diulas tentang :
- Adam bukan manusia pertama, tapi Nabi pertama
- Agama adalah sains
- Sains adalah pembuka kebenaran hakiki
- Mitos Nabi Khidir
- Perbandingan agama Islam, Kristen dan Yahudi
- Kesalahan mainstream umat Islam menurut Dr. Ir. Soekmana Soma, MSP, M.Eng.
- Kesalahan mainstream umat Kristen menurut Dr. Ir. Soekmana Soma, MSP, M.Eng.
- Doktrin agama Kristen
- Doktrin agama Islam
- Buah Khuldi dalam arti sebenarnya
- Kesalahan-kesalahan penafsiran Al Quran
- Al Quran bahasa literal, tidak boleh diterjemahkan seperti kata aslinya
misal buah khuldi, tidak diterjemahkan buah-buahan.
- Al Quran karya seni mahatinggi
- Tak ada definisi mukjizat dalam Al Quran dan Hadits
- Nabi Isa, masih hidup dilangit?
- Nabi Isa, benarkah disalip?
- Nabi ISa, benarkah bisa berbicara saat baru lahir?
- Kekeliruan memaknai sholat jamaah berpahala 27 derajat
- Makna matahari terbit dari barat yang bukan benar-benar "matahari"
- Kun Fa yakun yang bukan asal sulapan
- Adakah jin kafir dan jin islam ?
Kalo pengen baca klik aja :
http://books.google.co.id/books?id=xe-lCgXkMIgC&pg=RA1-PA1206&lpg=RA1-PA1206&dq=kesalahan+mainstream+islam&source=web&ots=AmqXC-78E_&sig=8uxcy9hXHwpvA533ySkon8h21L4&hl=id&sa=X&oi=book_result&resnum=7&ct=result
Pengarang : Dr. Ir. Soekmana Soma, MSP, M.Eng.
Penerbit : Qultum Media
Baca buku ini, ... sangat kontroversi abiss...
mencengangkan sekaligus menyadarkan kita...
diulas tentang :
- Adam bukan manusia pertama, tapi Nabi pertama
- Agama adalah sains
- Sains adalah pembuka kebenaran hakiki
- Mitos Nabi Khidir
- Perbandingan agama Islam, Kristen dan Yahudi
- Kesalahan mainstream umat Islam menurut Dr. Ir. Soekmana Soma, MSP, M.Eng.
- Kesalahan mainstream umat Kristen menurut Dr. Ir. Soekmana Soma, MSP, M.Eng.
- Doktrin agama Kristen
- Doktrin agama Islam
- Buah Khuldi dalam arti sebenarnya
- Kesalahan-kesalahan penafsiran Al Quran
- Al Quran bahasa literal, tidak boleh diterjemahkan seperti kata aslinya
misal buah khuldi, tidak diterjemahkan buah-buahan.
- Al Quran karya seni mahatinggi
- Tak ada definisi mukjizat dalam Al Quran dan Hadits
- Nabi Isa, masih hidup dilangit?
- Nabi Isa, benarkah disalip?
- Nabi ISa, benarkah bisa berbicara saat baru lahir?
- Kekeliruan memaknai sholat jamaah berpahala 27 derajat
- Makna matahari terbit dari barat yang bukan benar-benar "matahari"
- Kun Fa yakun yang bukan asal sulapan
- Adakah jin kafir dan jin islam ?
Kalo pengen baca klik aja :
http://books.google.co.id/books?id=xe-lCgXkMIgC&pg=RA1-PA1206&lpg=RA1-PA1206&dq=kesalahan+mainstream+islam&source=web&ots=AmqXC-78E_&sig=8uxcy9hXHwpvA533ySkon8h21L4&hl=id&sa=X&oi=book_result&resnum=7&ct=result
website favorit wajib dibuka kalo pengen canggih!!
http://www.sudarma.info
https://www.klikrupiah.com
http://modelayu.com
http://freeware.richnessa.com
http://gadgets.richnessa.com
http://getfeature.com/sms/sms.php
http://f0rth3w1n6.dagdigdug.com/download/
https://www.klikrupiah.com
http://modelayu.com
http://freeware.richnessa.com
http://gadgets.richnessa.com
http://getfeature.com/sms/sms.php
http://f0rth3w1n6.dagdigdug.com/download/
Thursday, December 18, 2008
Kamu Harus Tahu : 30 Fakta Unik Dunia
Kamu Harus Tahu : 30 Fakta Unik Dunia
PeePoop - Kamu Harus Tahu inilah 30 Fakta Unik Dunia.
1. Sebelum Masehi bahasa inggrisnya adalah B.C (Before Christ). Setelah Masehi adalah A.D (Anno Domini).
2. Ikan hiu kehilangan gigi lebih dari 6.000 buah setiap tahun, dan gigi barunya tumbuh dalam waktu 24 jam.
3. Julius Caesar tewas dengan 23 tikaman.
4. Nama mobil Nissan berasal dari bahasa jepang Ni : 2 dan San : 3. Nissan : 23.
5. Jerapah dan tikus bisa bertahan hidup lebih lama tanpa air dari pada unta.
6. Perut memproduksi lapisan lendir setiap dua minggu agar perut tidak mencerna organnya sendiri.
7. 98% dari perkosaan dan pembunuhan dilakukan oleh keluarga dekat atau teman korban.
8. Semut dapat mengangkat beban 50 kali tubuhnya.
9. Deklarasi Kemerdekaan Amerika ditulis diatas kertas marijuana.
10. Titik diatas huruf i disebut ‘title’.
11. Sebutir kismis yang dijatuhkan kedalam gelas berisi sampanye segar akan bergerak naik turun dalam gelas.
12. Benjamin Franklin anak bungsu dari orangtua bungsu keturunan ke 5 dalam keluarga bungsu.
13. Triskaidekaphobia adalah ketakutan pada 13. Paraskevidekatriaph obia adalah ketekukan pada hari jumat tanggal 13 (bisa terjadi antara 1-3 kali setahun). di Italia, 17 adalah angka sial. di Jepang angka sial adalah 4.
14. Lidah jerapah panjangnya sekitar 50 cm.
15. Mulut menghasilkan 1 liter ludah setiap hari.
16. Kita bernafas kira-kira 23.000 kali setiap hari.
17. Kata ZIP (kode pos) adalah kepanjangan dari ‘Zoning Improvement Plan’.
18. Coca-Cola mengandung Coca (yang merupakan zat aktif pada kokain) dari tahun 1885 sampai 1903.
19. Rata-rata kita bicara 5.000 kata tiap hari (walaupun 80% nya kita bicara pada diri sendiri).
20. Seandainya kuota air dalam tubuh kita berkurang 1%, kita langsung merasa haus.
21. 4 simbol raja pada kartu remi melambangkan 4 raja yang etrkenal di jaman masing-masing: Sekop = David/Raja Daud ; Keriting = Alexander the Great/Iskandar Agung ; Hati = Charlemagne/ Raja Prancis ; Wajik =Julius Caesar.
22. Seumur hidup kita meminum air sebanyak kurang lebih 75.000 liter.
23. Setiap orang, termasuk kembar identik, sidik jari dan tekstur lidahnya tidak ada yang sama.
24. Titik merah pada 7-Up logo berasal dari penemunya yang bermata merah. Dia seorang albino.
25. Pria kehilangan 40 helai rambut tiap hari. wanita 70 helai.
26. Tanda ’save’ pada Microsoft Office programs menunjukan gambar floppy disk dengan shutter terbalik.
27. Albert Einstein dan Charles Darwin,keduanya menikah dengan sepupu pertama mereka (Elsa Lthal dan Emma Wedgewood).
28. Unta punya 3 kelopak mata.
29. Sehelai rambut di kepala kita mempunyai masa tumbuh 2 sampai 6 tahun sebelum diganti dengan rambut baru.
30. Seseorang masih akan sadar selama 8 detik setelah dipenggal. (Yuri)
PeePoop - Kamu Harus Tahu inilah 30 Fakta Unik Dunia.
1. Sebelum Masehi bahasa inggrisnya adalah B.C (Before Christ). Setelah Masehi adalah A.D (Anno Domini).
2. Ikan hiu kehilangan gigi lebih dari 6.000 buah setiap tahun, dan gigi barunya tumbuh dalam waktu 24 jam.
3. Julius Caesar tewas dengan 23 tikaman.
4. Nama mobil Nissan berasal dari bahasa jepang Ni : 2 dan San : 3. Nissan : 23.
5. Jerapah dan tikus bisa bertahan hidup lebih lama tanpa air dari pada unta.
6. Perut memproduksi lapisan lendir setiap dua minggu agar perut tidak mencerna organnya sendiri.
7. 98% dari perkosaan dan pembunuhan dilakukan oleh keluarga dekat atau teman korban.
8. Semut dapat mengangkat beban 50 kali tubuhnya.
9. Deklarasi Kemerdekaan Amerika ditulis diatas kertas marijuana.
10. Titik diatas huruf i disebut ‘title’.
11. Sebutir kismis yang dijatuhkan kedalam gelas berisi sampanye segar akan bergerak naik turun dalam gelas.
12. Benjamin Franklin anak bungsu dari orangtua bungsu keturunan ke 5 dalam keluarga bungsu.
13. Triskaidekaphobia adalah ketakutan pada 13. Paraskevidekatriaph obia adalah ketekukan pada hari jumat tanggal 13 (bisa terjadi antara 1-3 kali setahun). di Italia, 17 adalah angka sial. di Jepang angka sial adalah 4.
14. Lidah jerapah panjangnya sekitar 50 cm.
15. Mulut menghasilkan 1 liter ludah setiap hari.
16. Kita bernafas kira-kira 23.000 kali setiap hari.
17. Kata ZIP (kode pos) adalah kepanjangan dari ‘Zoning Improvement Plan’.
18. Coca-Cola mengandung Coca (yang merupakan zat aktif pada kokain) dari tahun 1885 sampai 1903.
19. Rata-rata kita bicara 5.000 kata tiap hari (walaupun 80% nya kita bicara pada diri sendiri).
20. Seandainya kuota air dalam tubuh kita berkurang 1%, kita langsung merasa haus.
21. 4 simbol raja pada kartu remi melambangkan 4 raja yang etrkenal di jaman masing-masing: Sekop = David/Raja Daud ; Keriting = Alexander the Great/Iskandar Agung ; Hati = Charlemagne/ Raja Prancis ; Wajik =Julius Caesar.
22. Seumur hidup kita meminum air sebanyak kurang lebih 75.000 liter.
23. Setiap orang, termasuk kembar identik, sidik jari dan tekstur lidahnya tidak ada yang sama.
24. Titik merah pada 7-Up logo berasal dari penemunya yang bermata merah. Dia seorang albino.
25. Pria kehilangan 40 helai rambut tiap hari. wanita 70 helai.
26. Tanda ’save’ pada Microsoft Office programs menunjukan gambar floppy disk dengan shutter terbalik.
27. Albert Einstein dan Charles Darwin,keduanya menikah dengan sepupu pertama mereka (Elsa Lthal dan Emma Wedgewood).
28. Unta punya 3 kelopak mata.
29. Sehelai rambut di kepala kita mempunyai masa tumbuh 2 sampai 6 tahun sebelum diganti dengan rambut baru.
30. Seseorang masih akan sadar selama 8 detik setelah dipenggal. (Yuri)
Subscribe to:
Posts (Atom)